Blogger templates

Blogger news


ShoutMix chat widget

Blogroll


Senin, 09 Januari 2012

faktor sosialisasi


Faktor yang Mempengaruhi Sosialisasi

  Banyaknya faktor yang memengaruhi proses berjalannya sosialisasimemberikan pengaruh bagaimana sosialisasi berjalan dengan baik atautidak. Faktor-faktor yang memengaruhi proses sosialisasi dapat dibedakanmenjadi dua, yaitu:
a. Faktor Internal
Yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang. Faktor
intrinsik ini menyangkut motivasi, minat serta kemampuan yang dimiliki
seseorang dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan yang
ada dalam masyarakat.

1.Kesiapan atau kematangan pribadi seseorang. Pendidikan yang diberikan pada anak mensyaratkan bahwa sosialisasi memerlukan kesiapan dalam menjalani proses tersebut yaitu potensi manusia untuk belajar dan kemampuan berbahasa.
Kematangan fisik seseorang
      -Kematangan fisik berkaitan erat dengan usia seseorang
      -Kematangan fisik diperlukan untuk mensosialisasikan cara2 berbahasa dan melakukan beberapa           keterampilan  dasar
      -Mekanisme sosialisasi diperlukan untuk bahwa para anggota setiap generasi baru akan menginternalisasikan
       pola2 budaya yg penting untk membimbing dan mengatur pola perilakunya
2.Keinginan yang kuat
      -Menurut D.C McClelland(1963),faktor terpenting dlm sosialisasi ialah keinginan untuk melakukan sesuatu dengan
       baik


b. Faktor Eksternal
Faktor yang berasal dari luar individu yang melakukan proses
sosialisasi dalam masyarakat. Faktor ekstrinsik dapat berupa norma, nilai,
struktur sosial, ekonomi, struktur budaya, dan lain-lain.

1.Lingkungan/sarana sosialisasi : potensi manusia tidak dapat berkembang secara otomatis melainkan memerlukan lingkungan sosial yang tepat. Lingkungan atas sarana sosialisasi Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh : interaksi dengan sesama, bahasa, dan cinta/kasih sayang.



3 Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan :
1. Interaksi dengan sesama : dalam interaksi diperlukan pertumbuhan kecerdasan, pertumbuhan sosial dan emosional, mempelajari pola-pola kebudayaan dan berpartisipasi dalam masyarakat. Melalui interaksi orang dapat belajar tentang pola perilaku yang tepat serta belajar hak, kewajiban dan tanggung jawab.
2. Bahasa : bahasa digunakan untuk mempelajari simbol - simbol kebudayaan, merumuskan dan memahami kebudayaan, memahami gagasan yang kompleks dan menyatakan pandangan maupun nilai seseorang. Bahasa dapat digunakan untuk memahami realitas sosial dan menyatakan pendapat kpd org lain

3. Cinta / kasih sayang : cinta sangat diperlukan untuk kesehatan mental dan fisik seseorang. Lingkungan dimana ia tinggal sangat berpengaruh pada sosialisasi. Lingkungan yang “buruk” akan mempengaruhi perkembangan pribadinya.
Kasih Sayang
         -Kasih sayang menciptakan lingkungan sosial yg kondusif bagi proses sosialisasi
         -Kasih sayang diperlukan bagi kesehatan mental dan fisik seseorg
Contoh : Dari keluarga “Broken Home” akan berpengaruh negatif pada perkembangan pribadi anak seperti rendah diri, suka berontak, nakal dan sebagainya.
Dalam proses sosialisasi individu berkembang menjadi suatu pribadi atau makhluk sosial. Pribadi atau makhluk sosial ini merupakan kesatuan integral dan sifat-sifat individu yang berkembang melalui proses sosialisasi, sifat mana mempengaruhi hubungannya dengan orang lain dalam masyarakat.
1.                                                                                                                                                  Sifatdasar
merupakan keseluruhan potensi-potensi yang diwarisi oleh seorang dari ayah dan ibunya. Sifat dasar ini terbentuk pada saat konsepsi, yaitu momen bertemunya sel jantan dan sel telur atau sel betina pada saat pembuahan. Sifat dasar yang masih merupakan potensi-potensi itu berkembang menjadi aktualisasi karena pengauh faktor-faktor lainnya.


2.                                                                                                                                                 Lingkunganprenatal :
adalah lingkungan dalam kandungan ibu. Sel telur yang dibuahi pada saat konsepsi itu berkembang sebagai embrio dan fetus dalam lingkungan prenatal. Dalam periode prenatal ini individu mendapatkan pengaruh-pengaruh tidak langsung dari ibu.


3.                                                                                                                                                 Perbedaanperorangan :
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi. Sejak saat dilahirkan, anak tumbuh dan berkembang sebagai individu yang unik. Berbeda dari individu-individu yang lain. Individu bersikap selektif terhadap pengaruh-pengaruh dari lingkungan. Perbedaan perorangan ini meliputi perbedaan dalam ciri-ciri fisik, ciri-ciri fisiologik, ciri-ciri mental dan emosional, ciri-ciri personal dan sosial.

Peranan faktor perbedaan perorangan ini menyangkut faham determinisme kultural. Menurut faham ini kepribadian manusia itu dibentuk oleh kebudayaan masyarakatnya. Kenyataan menunjukkan bahwa meskipun individu itu hidup dalam masyarakat dan dipengaruhi oleh kebudayaannya, namun dia tetap merupakan pribadi yang bersifat unik.


4.                                                                                                                                                Lingkungan
ialah kondisi-kondisi di sekitar individu yang mempengaruhi proses sosialisasinya. Lingkungan ini mencakup : lingkungan alam yaitu keadaan tanah, iklim, flora dan fauna di sekitar individu. Kebudayaan yaitu cara hidup masyarakat tempat individu hidup. Kebudayaan ini mempunyai aspek material dan non material. Lingkungan manusia lain dan masyarakat dapat memberi stimulasi atau membatasi proses sosialisasi.


5.                                                                                                                                                Motivasi :
adalah kekuatan-kekuatan dari dalam diri individu yang menggerakkan individu untuk berbuat. Motivasi ini dibedakan menjadi dorongan dan kebutuhan. Dorongan adalah keadaan ketidakseimbangan dalam diri individu, karena pengaruh dari dalam atau dari luar dirinya, yang mempengaruhi dan mengarahkan perbuatan individu dalam rangka mencapai keseimbangan kembali atau adaptasi, sedangkan kebutuhan adalah dorongan yang telah ditentukan secara personal, sosial dan kultural.
Metode-metode yang dipergunakan oleh orang dewasa atau masyarakat dalam mempengaruhi proses sosialisasi anak dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu:
  1. Metode ganjaran dan hukuman, tingkah laku anak yang salah, tidak baik, tercela, kurang pantas, tidak diterima oleh masyarakat mendapatkan hukuman, sedangkan tingkah laku yang sebaiknya mendapatkan ganjaran. Hukuman dapat berupa hukuman badan (pukulan), dapat pula berupa hukuman sosial (diasingkan, dikurangi hak-haknya, dikucilkan dan sebagainya).
  2. Metode didactic teaching. Dengan metode ini kepada anak diajarkan berbagai macam pengetahuan, dan ketrampilan melalui pemberian informasi, ceramah dan penjelasan. Metode ini digunakan dalam pendidikan sekolah, pendidikan agama, pendidikan kepramukaan, dan sebagainya.
  3. Metode pemberian contoh. Dengan contoh itu terjadi proses imitasi (peniruan) tingkah laku dan sifat-sifat orang dewasa oleh anak.










0 komentar:

Poskan Komentar